GPIB “Sinai” Surabaya

“DO THE BEST FOR GOD”

GPIB Jemaat “Sinai” Surabaya adalah salah satu anggota dari Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat di dalam Regio-1 Musyawarah Pelayanan Jawa Timur (MUPEL Jatim).

GPIB Jemaat “Sinai” Surabaya pada mulanya adalah termasuk di dalam wilayah pelayanan GPIB Jemaat “Eben Haezer” Surabaya. Pada tanggal 22 April 1984, tepat pada hari Paskah, jemaat ini dilembagakan oleh Majelis Sinode GPIB dari jemaat induknya yakni GPIB Jemaat “Eben Haezer” Surabaya.

Di usia yang ke 25 tahun, GPIB Jemaat “Sinai” Surabaya telah menjalani 6 (enam) periode kemajelisan pendeta-pendeta yang telah melayani sesuai dengan SK Majelis Sinode GPIB, yaitu sebagai berikut:

  1. 1984 ~ 1990     Pdt. Paulus Lukas Siahainenia, STh
  2. 1990 ~ 1994     Pdt. Dominggus Octavianus Tatipata, SSi
  3. 1994 ~ 1999     Pdt. Dra. Ny. Marthina Nanlohy-Latuperissa
  4. 1999 ~ 2006    Pdt. Edy Rudolf Rade, STh – dan Pdt. Ny. M.I.H. Rade-Sihombing sebagai pendeta non-organik
  5. 2006 ~ 2011    Pdt. Drs. Johnny Fellix Lontoh
  6. 2011 ~ 2013    Pdt. Dra. Ny. Sara Henny Sukmono – Rieuwpassa

“SINAI” mungkin nama biasa bagi suku-suku Kanaan, namun bagi Israel dibelakang nama itu ada hal-hal besar yang merupakan catatan pengalaman iman, utamanya pada pemberian sepuluh hukum Tuhan. Dua belas suku bangsa budak di Mesir dipersatukan bukan oleh perjalanan keluaran, bukan oleh tokoh Musa, tetapi oleh Hukum Allah. Siapa yang memihak kepada Hukum Allah itu berjalan dalam iman Abraham dan siapa yang tidak memihak kepada Hukum Allah dengan sendirinya melepaskan diri dari iman Abraham dan karenanya akan mengalami malapetaka.

Di “SINAI” Taurat Tuhan diberikan untuk menjadi etika kehidupan, dengan etika ini insan Israel menata kehidupan pribadinya, hubungan dengan sesama maupun dengan bangasa-bangsa di luar Israel. Lewat “SINAI” Tuhan Allah mau mengatakan bahwa eksistensi umat ditentukan oleh ketaatan pada Allah yang secara empiris terlihat dalam 3 hal:

  1. Bagaimana umat menata hidup pribadi dalam keluarga
  2. Bagaimana kualitas persekutuan umat
  3. Bagaimana partisipasi dan kontribusi baik pribadi umat maupun sebagai persekutuan dalam hidup kemasyarakatan

Inilah tiga dimensi pokok dalam eksistensi sebagai umat Tuhan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s