TUHAN memperhatikan perkerjaan umatNya

 

Renungan Pagi

Minggu X Sesudah Pentakosta

Jumat, 06 Agustus 2010

Bacaan Alkitab: EZRA 5:1-5

  1. Tetapi nabi Hagai dan Zakharia bin Ido, kedua nabi itu, bernubuat terhadap orang-orang Yahudi yang tinggal di Yehuda dan di Yerusalem dalam nama Allah Israel, yang menyertai mereka. 
     
  2. Pada waktu itu mulailah Zerubabel bin Sealtiel dan Yesua bin Yozadak membangun rumah Allah yang ada di Yerusalem. Mereka didampingi dan dibantu oleh nabi-nabi Allah. 
  3. Tetapi pada waktu itu juga datanglah kepada mereka Tatnai, bupati daerah sebelah barat sungai Efrat, bersama-sama dengan Syetar-Boznai dan rekan-rekan mereka, dan beginilah katanya kepada mereka: "Siapakah yang memberi perintah kepadamu untuk membangun rumah ini dan menyelesaikan tembok ini?" 
  4. Lalu katanya pula kepada mereka: "Siapakah nama-nama orang yang mendirikan bangunan ini?" 
  5. Tetapi mata Allah mengamat-amati para tua-tua orang Yahudi, sehingga mereka tidak dipaksa berhenti oleh orang-orang itu sampai ada berita diterima oleh Darius dan kemudian dikirim kembali surat jawaban mengenai hal itu.

Tuhan selalu memperhatikan pergumulan umatNya. Ketika raja Artahsasta dan orang-orang yang menghentikan pekerjaan pembangunan rumah Tuhan di Yehuda dan Yerusalem telah diganti, maka Tuhan mengutus nabi-nabiNya untuk bernubuat terhadap orang-orang Yehuda dan Yesrusalem. Dijelaskan bahwa nabi Hagai dan Zakharia tampil dan bernubuat, bahwa Tuhan, Allah Israel menyertai mereka, Mendengar nubuat para nabi Tuhan, yang juga ikut mendampingi dan membantu mereka, maka Zerubabel dan Yosua mengajak orang-orang Yehuda dan Yerusalem untuk mulai membangun kembali rumah Tuhan, dan juga tembok kota. Tampak mereka bekerja dengan suka cita dan penuh semangat. Semua karunia dan potensi dipakai dan dikembangkan, sehingga dalam waktu cepat, mereka bisa menyelesaikan pekerjaan membangun tembok kota.

Keberhasilan yang dicapai orang-orang Yehuda dan Yerusalem membuat penguasa di Samaria iri hati dan berniat untuk melakukan penghambatan. Mereka mendatangi Zerubabel dan Yosua serta semua orang yang bekerja untuk menanyakan surat izin membangun dari pemerintah. Dan karena Zerubabel dan Yosua tidak dapat menunjukkan surat izin, maka merekapun menanyakan nama-nama orang yang bertanggungjawab dalam pembangunan tersebut. Mereka ingin melaporkan orang-orang tersebut kepada pemereintah.

Tuhan tidak tinggal diam. Ia tetap menyertai. Dijelaskan bahwa Tuhan mengamat-amati para tua-tua dan semua orang yang bekerja, sehingga mereka tidak dipaksa menghentikan pekerjaan, sampai ada surat resmi dari raja Darius.

Jelas bagi kita bahwa jika Tuhan menyertai dan mengawasi setiap hal yang kita kerjakan, maka jangan takut. Teruslah bekerja selama tidak ada larangan resmi dari pemerintah. Sebab kalau kita takut dan berhenti bekerja, maka itu artiya kita lebih takut kepada manusia daripada takut kepada Tuhan.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s