YANG PATUT DIBANGGAKAN

Renungan Pagi – SBU
Minggu XXV Sesudah Pentakosta
Senin, 23 November 2009

Bacaan Alkitab
YEREMIA 9:23-24

23 Beginilah firman TUHAN: “Janganlah orang bijaksana bermegah karena kebijaksanaannya, janganlah orang kuat bermegah karena kekuatannya, janganlah orang kaya bermegah karena kekayaannya,
24 tetapi siapa yang mau bermegah, baiklah bermegah karena yang berikut: bahwa ia memahami dan mengenal Aku, bahwa Akulah TUHAN yang menunjukkan kasih setia, keadilan dan kebenaran di bumi; sungguh, semuanya itu Kusukai, demikianlah firman TUHAN.”

Banyak hal yang dapat kita banggakan dalam hidup ini. Misalnya keberhasilan dalam studi. Saking bangganya, orang tua kemudia memasang foto wisuda anaknya di dinding. Hal itu tentu baik karena bisa memotivasi anak-anak yang lain, bahkan keluarga lainnya. Atas perhatiannya di bidang olah raga, seorang teman menggantung sejunlah medali yang diperolehnya dalam beberapa kejuaraan dengan bangga menceritakan event-event olah raga yang diikutinya. Seorang teman yang lain menggantung sejumlah name tag (tanda pengenal) dari hasil keiukutsertaannya di berbagai seminar, sidang dan kegiatan-kegiatan gerejawi lainnya dan dengan bangga menceritakan perannya di tiap kegiatan tersebut. Yang lain ada yang mengumpulkan sejumlah souvenir dari berbagai kota/Negara yang dikunjungi dan dengan bangga menceritakan pengalamannya berkeliling dunia. Semua itu memang sangat membanggakan.
Ternyata Tuhan mempunyai standar kebanggaan yang lain sifatnya. Tidak semata-mata pada sesuatu yang manusiawi dan duniawi tetapi lebih kepada yang bersifat “rohaniah”. Memahami dan mengenal Tuhan, itulah yang patut dibanggakan. Bahwa dialah yang menunjukkan kasih setia, keadilan dan kebenarannya. Jika untuk memahami dan mengenal seseorang kita harus sering berkomunikasi dan berinteraksi dengannya, maka untuk mengenal Tuhan, diperlukan kemauan yang kuat untuk sedia bergaul akrab dan hangat dengan Tuhan. Diperlukan hati yang terbuka untuk dibaharui oleh Roh Kudus.
Dengan memahami dan mengenal Tuhan, kita tidak akan jatuh dalam kesombongan diri. Kalau kita memang bijaksana, biarlah kebijaksanaan kita mengantar kita kepada Tuhan. Kalau kita orang yang kuat, biarlah kekuatan kita menuntun kita kepada Tuhan. Kalau kita orang yang kaya, biarlah kekayaan kita membuat kita semakin dekat kepada Tuhan. Jika demikian, Tuhan akan bangga karena kita bermegah sesuai kehendakNya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s