RENUNGAN PAGI (SBU)

Minggu XXIV Sesudah Pentakosta
Selasa, 17 November 2009

BAHAGIA KARENA DISELAMATKAN

Bacaan Alkitab
AMOS 9:11-13
11 “Pada hari itu Aku akan mendirikan kembali pondok Daud yang telah roboh; Aku akan menutup pecahan dindingnya, dan akan mendirikan kembali reruntuhannya; Aku akan membangunnya kembali seperti di zaman dahulu kala,
12 supaya mereka menguasai sisa-sisa bangsa Edom dan segala bangsa yang Kusebut milik-Ku,” demikianlah firman TUHAN yang melakukan hal ini.
13 “Sesungguhnya, waktu akan datang,” demikianlah firman TUHAN, “bahwa pembajak akan tepat menyusul penuai dan pengirik buah anggur penabur benih; gunung-gunung akan meniriskan anggur baru dan segala bukit akan kebanjiran
.

Mengembalikan keadaan lama kepada yang sama sekali baru, bukan saja sulit dan memakan waktu, tetapi justru untuk menyelamatkan keluarga Daud yang terpecah-pecah (bandingkan 1Raja-raja 12). Rupanya itu yang dimaksudkan Nabi Amos dengan “Pondok Daud”.
Syukur bawa Tuhan sebagai penguasa masih berkenan akan kesatuan umatNya. Meskipun nenek moyang mereka telah tidak taat dan melanggar perintah Tuhan sehingga harus dibinasakan. Namun oleh prakarsa Tuhan sendiri melalui Nabi Amos diberitakan janji-janji kebahagiaan. Isi janji kebahagiaan tidak lain adalah keselamatan bagi matNya yang bukan saja tercerai berai oleh mereka sendiri (Israel Utara dan Israel Selatan) tetapi juga karena ditawan ke pembuangan. Bukankan pengalaman seperti ini yang masih harus dialami oleh Israel? Dengan perkataan lain derita kerajaan yang terpecah akan dipulihkan dan memasuki suasana restorasi baru. Upaya mempersatukan tidak datang dari pihak manusia, tetapi dari pihak Tuhan. Mereka harus membiarkan Tuhan campur tangan dalam setiap masalah termasuk masalah kesatuan yang sangat didambakan. Mereka harus bersyukur atas kebajikan Tuhan yang mau menyelamatkan mereka dan menjadikan seantero keluarga Daud bersatu di bawah kuasa Tuhan.
Tuhan begitu sayang kepada keluarga Daud dan tidak meninggalkan begitu saja. Ia juga mau membebaskan umat dari jeratan konflik dan persoalan. Ia berkenan menolong, bahkan membaharui segenap bangsa. Mereka yang diselamatkan harus bersyukur, sebab Tuhan datang pada waktu yang tepat, tempat yang tepat, bahkan dengan penuh kepedulian. Semua tindakan Tuhan ini harus dimaknai secara positif. Perpecahan bangsa diselesaikan, kesalahan diampuni dan kecerobohan diperbaikiNya. itulah karya Tuhan turun temurun untuk setiap orang percaya, hendaknya hidup bahagia.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s