Renungan Malam (SBU)

Minggu XXIV Sesudah Pentakosta
Selasa, 17 November 2009

Bacaan Alkitab
AMOS 9:14-15
14 Aku akan memulihkan kembali umat-Ku Israel: mereka akan membangun kota-kota yang licin tandas dan mendiaminya; mereka akan menanami kebun-kebun anggur dan minum anggurnya; mereka akan membuat kebun-kebun buah-buahan dan makan buahnya.
15 Maka Aku akan menanam mereka di tanah mereka, dan mereka tidak akan dicabut lagi dari tanah yang telah Kuberikan kepada mereka,” firman TUHAN, Allahmu.

Pesan apa yang kita tangkap dari ayat-ayat ini? Ketika Tuhan berkenan membahagiakan umatNya, maka kebahagiaan itu akan lestari. Mereka akan berdiam kembali di tanah tumpah darah bahkan tidak akan pernah beranjak lagi dari sana. Begitu ketetapan hati Tuhan semesta alam. Pemulihan yang sudah dialami umat Tuhan bukan semata-mata karena mereka dilepaskan dari cengkeraman dosa dan kejahatan, tetapi agar mereka kembali idup berpaut kepada Tuhan. Merapatkan diri lebih dekat lagi kepada Tuhan dan melakukan apa yang Tuhan tuntut daripada mereka. Bukankah janji Tuhan membuat mereka bersemangat kembali? Mereka bersemangat membangun kota-kota mereka sendiri dengan kekuatan yang ada, meluruskan jalan-jalan, melicinkan dan membangunnya dengan semarak? Dengan rasa syukur mereka akan menikmati hasil jerih payah sendiri hasil tanaman mereka. Mereka patut bersyukur sebab Tuhan melibatkan mereka dalam pemulihanNya. Merekapun kelak harus melibatkan Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.
Tuhan memakai upaya manusia untuk membangun kembali kepercayaan diri, supaya dengan bangga mampu meneruskan kehidupan di masa depan. Bangsa patut merasa syukur atas segala kebaikan dan kasih setia Tuhan. Saat mereka mendapat kepercayaan membangun diri, saatnya untuk berlaku benar dan rendah hati. Tak boleh sombong dan tinggi hati karena kesempatan itu Tuhan yang berikan. Justru dengan rendah hati mereka harus mau menerima tawaran kasih Tuhan dengan menghargai setiap pemberianNya. Apalah manusia jika tidak bergantung kepada Tuhan?
Mari bertindak menurut kehendak Tuhan, karena peranan kita bukan saja membangun diri secara fisik dan mental akan tetapi lebih daripada itu ialah membangun kepercayaan supaya lebih teguh dan mantap

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s